S1 Fak. Tarbiyah: Prodi Manajemen Pendidikan Islam

PEDOMAN AKADEMIS

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NURUL HIDAYAH MALINGPING KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN

 

A.PENDAHULUAN

 

1.SEJARAH STAI NURUL HIDAYAH

Dalam upaya mendukung program pemerintah khususnya dibidang pendidikan  dan peningkatkan Mutu Sumber Daya Manusia Kabupaten Lebak, Yayasan Pendidikan Islam Nurul Hidayah mencoba untuk senantiasa berperan aktif  mensukseskan Program tersebut. Sebagai langkah konkrit  Yayasan Nurul Hidayah, saat ini telah mendirikan beberapa Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, yg kesemuanya berada dibawah naungan dan pembinaan Yayasan Nurul Hidayah. Secara yuridis Formal Yayasan Nurul Hidayah berdiri sejak tahun 1983, yang kemudian membuat akta perubahan yayasan Sesuai dengan peraturan terbaru yayasan yang dikeluarkan pemerintah, sehingga Landasan hokum yayasan saat ini adalah Akta Notaris No 01 tanggal 05 Agustus 2010 dengan nomor Keputusan Menteri hukum Dan HAM  Republik Indonesia  No : AHU-3909.AH.01.04.Tahun 2010.            

Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Hidayah ( STAINH) Malingping- Kabupaten lebak Propinsi Banten, berdiri berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia  tertanggal 27 Februari 2012 No. 304 Tahun 2012, tentang Persetujuan pendirian Sekolah Agama Islam Nurul Hidayah Lebak Banten dengan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Hukum Ekonomi Syariah.  

Dengan berdirinya Sekolah Tinggi agama Islam Nurul Hidayah, diharapkan lembaga ini mampu menjadi centre of excellent pengembangan ilmu pengetahuan agama di wilayah kabupaten lebak, sehimngga dapat mencetak mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik dan professional dalam mengembangkan, memperluas dan menerapkan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat.  Disamping itu STAINH Nurul Hidayah diharapkan mampu mengembagnkan dirinya sebagai pusat studi dan pengembangan ilmu secara integrative-holistik yang dilandasi ruh islami.

 

 

2.VISI DAN MISI PROGRAM STUDI

2.1. VISI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM ( MPI )

2.1.1    Menjadi PTAIS terdepan Se- Provinsi Banten di Tahun 2017 dalam Pengembangan Keilmuan Manajemen Pendidikan Islam dengan memanfaatkan Teknologi komunikasi

 

2.2. MISI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

2.2.1    Menyelenggarakan pendidikan dan Pembelajaran manajemen Pendidikan Islam Unggul, Kompetitif dan Profesional

2.2.2    Memajukan manajemen Pendidikan Islam sebagai Institusi Akademik yang terkemuka

2.2.3    Mengembangkan Manajemen  Pendidikan Islam sebagai wacana keilmuan, pengembangan studi Islam yang berbasis Perguruan Tinggi ICT,kemampuan berkomunikasi, Tradisi Penelitian dan Profesi Kependidikan masa depan dalam lingkup nasional.

 

 

3. TUJUAN DAN SASARAN

3.1. TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan Pendidikan di sekolah Tinggi agama Islam Nurul Hidayah-Malingping Lebak ini adalah sebagai berikut :

  1. Menghasilkan Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang inovatif, creative dan mempunyai daya saing dan mampu memimpin lembaga pendidikan
  2. Terwujudnya jurusan manajemen Pendidikan Islam yang Kredibel, Transparan, Akuntabel, bertanggung jawab dan adil
  3. Menghasilkan lulusan yang menguasai bidang keilmuan keislaman dan manajemen secara aktif-produktif dalam komunikasi baik lisan maupun tulisan.
  4. Menghasilkan Lulusan yang mampu meneliti dan mengembangkan Ilmu Manajemen Pendidikan Islam
  5. Menghasilokan Lulusan yang mampu mengembangkan Model Pembelajaran dan pengelolaan lembaga Pendidikan dengan memanfaatkan teknologi di bidang pendidikan.

 

 

 

3.2. SASARAN PENDIDIKAN PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Mendidik calon sarjana yang menguasai ilmu dan pengetahuan manajemen pendidikan islam terutama pengembangan dan penerapannya dalam bidang  sistim informasi madrasah, manajemen kurikulum pendidikan Madrasah, Manajemen SDM Madrasah dan supervise pendidikan dan bimbingan konseling.

Untuk mencapai target Visi Jurusan MPI pada tahun 2017, maka MPI mengacu pada Pedoman garis besar Renstra dan Statuta Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Hidayah ( STAINH ) 2012 – 2017, dengan menetapkan beberapa sasaran yang menjadi prioritas. Sasaran Mutu tersebut adalah :

  1. Review dan Pengembangan Kurikulum MPI
  2. Penataan SDM dan Peningkatan Citra
  3. Terselenggaranya Proses pembelajaran/ Perkuliahan Berkualitas
  4. Terselenggaranya proses Pembimbingan dan Pendampingan pada mahasiswa yang efektif
  5. Terpantaunya Proses Perkuliahan secara teratur melalui Evaluasi Kinerja Dosen
  6. Terselenggaranya Evaluasi Perkuliahan ( UTS dan UAS ).
  7. Meningkatnya Kualitas dan karir Dosen
  8. Tersedianya laporan hasil penelitian dan buku ajar baik kolektif dan individual dosen MPI serta menyiapkan penerbitan Jurnal yang terakreditasi.
  9. Modernisasi Fasilitas serta pengembangan jaringan ICT

 

B. PERATURAN UMUM AKADEMIK STAI NURUL HIDAYAH

1..RANGKAIAN KEGIATAN AKADEMIK

Adapun kegiatan kegiatan akademik yang akan menjadi panduan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah dalam mencapai tujuan tersebut di atas adalah sebagai berikut ;

  1. Pelaksanaan test penyaringan calon mahasiswa baru; meliputi test potensi akademik ( pengetahuanAgama,Pengetahuan Umum Dan Psikotest ), .
  2. Pelaksanaan Kuliah Ta’aruf bagi calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru.
  3. Pelaksanaan Registrasi ( Bagi mahasiswa baru yang lolos dalam seleksi penerimaan ) dan Herregistrasi  ( mahasiswa lama ), tepat pada waktunya dengan mengikuti tahapan :
    1. Membayar Uang SPP
    2. Menyerahkan bukti pembayaran SPP ke Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan untuk mendapatkan Kartu Rencana Studi ( KRS ) dan Buku Program Studi.
    3. Mengkonsultasikan dan meminta persetujuan rencana studi yang telah diisi kepada Dosen Wali ( Pembimbing Studi ) dan disahkan oleh Pembantu Ketua I atau Ketua Jurusan.
    4. Memperoleh kartu mahasiswa yang ditanda tangani oleh Ketua STAI NURUL HIDAYAH      

 

  1. Pelaksanaan Perkuliahan  :
    1. Perkuliahan pada Semester Ganjil dilaksanakan / dimulai setiap bulan September s.d. Pebruari
    2. Perkuliahan pada Semester Genap dilaksanakan / dimulai pada bulan Maret s.d. Agustus
    3. Perkuliahan tatap muka dengan sistem Ceramah, Diskusi, Dramatisasi/Visualisasi, Penugasan, Survey & Bahtsul Kutub, dengan perincian:

 

  1. Kurikulum Muatan Nasional (Kurnas):
    1. Kompetensi Dasar ( MKD )
    2. Kompetensi Utama ( MKU )
    3. Kompetensi Penunjang ( MKP )
    4. Kompetensi Pilihan ( MKPP )
  2. Kurikulum Muatan Lokal (Kurlok) dengan berorientasi pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Adapun Mata Kuliah Lokal sebagai ciri dari lembaga yaitu ;
    1. Manajemen Pendidikan Islam :
  • Manajemen Sistin Informasi Madrasah
  1. Fakultas tarbiyah Jurusan Manajemen Pendidikan Islam : 
  • Manajemen Sistim Informasi Madrasah
  • Supervisi Pendidikan
  • Bimbingan Konseling,

 

  1. Pelaksanaan Ujian Tengah Semester ( UTS )
  2. Pelaksanaan Ujian Akhir Semester ( UAS ) dengan ketentuan ; mahasiswa yang berhak mengikuti UAS adalah mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan mengikuti perkuliahan minimal 75% kehadiran.
  3. Melaksanakan tugas tugas praktikum yang meliputi :
    1. Praktek Ibadah
    2. Praktek Tilawah
    3. Praktek Bahtsul Kutub
    4. Praktek Micro Teaching Penyuluhan Agama
    5. Praktek Pengalaman Lapangan
    6. Praktek Pengadilan Agama / Penyuluhan Agama
    7. Praktikum Komputer
    8. Praktek praktek yang menjadi kesatuan mata kuliah
  4. Mengikuti kuliah Kerja Nyata  ( KKN ) ; mahasiswa yang berhak mengikuti KKN adalah mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan telah menempuh perkuliahan minimal 75% dari jumlah mata kuliah yang disajikan
  5. Seminar Judul Penelitian Skripsi
    1. Fak. Tarbiyah S-1 : Kependidikan & Keguruan
    2. Fak. Syari’ah S-1  : Pranata Hukum Islam, Agama Perdata Islam
    3. Bimbingan dan penyusunan skripsi, penentuan pembimbing skripsi dan bimbingan penyusunan dan teknik penyajian skripsi.

 

  1. Mengikuti Ujian Komperhensif ;

Ujian Komprehensif merupakan ujian akhir perkuliahan yang dilakukan secara langsung oleh tiga orang penguji yang ditunjuk Ketua Jurusan

Ujian Komprehensif dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan mata kuliah, praktikum serta mendapat sertifikat kelulusan KKN. Adapun Materi Ujian Komprehensif adalah :

  1. Ilmu Ilmu Dasar Keislaman
  2. Ilmu Kejurusan / Program Studi
  3. Ilmu Ilmu Profesi dan keahlian

 

  1. Ujian Khusus Program Studi

Ujian Khusus merupakan ujian yang dilaksanakan setelah mahasiswa dinyatakan lulus dari ujian komprehensif.

Ujian ini dilaksanakan dihadapan 3 orang penguji Yang mempunyai kredebilitas dan kapabilitasdalam bidang tersebut.Adapun materi Ujian Khusus Profesi adalah :

  1. Materi ujian tahfidz adalah ayat ayat Al Qur’an dan Al Hadist yang sesuai dengan Program Studiatau jurusan. Jumlah Ayat dan Hadist yang harus dihafal masing - masing minimal 25 ayat dan 25 hadist.
  2. Kaidah kaidah keilmuan : menghafal dan memahami kaidah kaidah keilmuan yang sesuai dengan program studi masing masing .

 

  1. Ujian skripsi / Ujian Munaqosah

Ujian Skripsi dilaksanakan dalam bentuk munaqasyah, persyaratan untuk mengikuti sidang munaqasyah adalah ;

  1. Telah dinyatakan Lulus dalam ujian khusus Profesi
  2. Ujian skripsi atau munaqasyah dilaksanakan setelah proses bimbingan selesai dan mendapatkan persetujuan pembimbing untuk diujikan.
  3. Mahasiswa mengajukan 4 eksemplar skripsi yang telah disetujui pembimbing.
  4. Ujian dilaksanakan dihadapan 3 orang dosen penguji
  5. Aspek yang diujikan dalam Sidang munaqasyah :
  • Penguasaan Materis
  • Penguasaan Metodelogi
  • Penguasaan Bahasa
  • Kemampuan berargumen
    1. Telah menyelesaikan semua kewajiban akademik, perpustakaan dan Keuangan.

 

  1. Pelaksanaan Wisuda Sarjana.

 

2.SISTEM KREDIT SEMESTER

Sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Hidayah Malingping, adalah Sistem Kredit semester ( SKS ), merupakan system penyelenggaraan pendidikan dengan beban studi, bebean kerja tenaga pengajar dan bahan penyelenggaraan program lembaga pendidikan dinyatakan dalan angka kredit.

Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan.Satu semester setara dengan 16 – 19 minggu kerja.

Sistem kredit semester menerapkan satuan kredit semester yang selanjutnya disingkat SKS, yaitu satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, serta usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi dan khususnya bagi tenaga pengajar.

 

3. CIRI SISTEM KREDIT

Ciri cirri dasar system kredit adalah :

  1. Dalam system kredit tiap tiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit
  2. Banyaknya nilai kredit untuk mata kuliah yang berlainan tidak perlu sam a
  3. Banyaknya nilai kredit untuk masing masiong mata kuliah ditentukan atas besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan maupun tuigas.

 

4. NILAI KREDIT SEMESTER

Nilai satu sks ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan yang meliputi kegiatan perminggu sebagai berikut :

 

  1. Untuk mahasiswa :
  1. Selama 50 menit, tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk kuliah.
  2. Selama 60 menit, kegiatan akademmik berstruktur, yaitu kegiatan akademik yg tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh pengajarmisalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah atau diskusi diluar kelas.
  3. Selama 60 menit kegiatan mandirui untuk mendalami, mempersiapkan atau untuk tujuan akademik lainya misalnya dalam bentuk membaca dan mereferensi buku.

 

 

  1. Untuk Tenaga Pengajar
  1. Selama 50 menit, acara tatap muka yang terjadwal dengan mahasiswa
  2. Selama 60 menit acara perencanaan dan evaluasi akademik bersturktur
  3. Selama 60 menit pengembangan materi perkuliahan.

 

  1.  Nilai satu SKS untuk seminar dan Diskusi

Nilai 1 SKS untuk seminar dan diskusi sama seperti penyelengaraan kuliah dengan mengandung kegiatan tatap muka 50 menit perminggu.

 

5. KETENTUAN KONTRAK MATA KULIAH

Setiap awal semester mahasiswa yang telah melakukan registrasi diwajibkan untuk mengajukan rencana kuliah yang dicantumkan ke dalam kartu rencana studi ( KRS). Waktu pengisian KRS didasarkan atas kalender akademik. Pengisian KRS dilakukan sendiri oleh mahasiswa dengan memperhatikan ketentuan ketentuan sebagai berikut :

  1. Pada awal studi, yaitu semester pertama dan kedua seluruh mahasiswa diwajibkan mengambil seluruh SKS yang ditawarkan pada kedua semester tersebut.
  2. Beban Studi yang harus di tempuh pada Program Starta -1 di manajemen Pendidikan Islam sebanyak 144 – 160 SKS
  3. Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar kemampuan akademik dan waktu rata rata yang tersedia dari masing masing mahasiswa.
  4. Bagi mahasiswa yang mempunyai alas an banyak kegiatan non akademik baik di dalam maupun di luar kampus, dapat mengambil total SKS kurang dari yang ditawarkan, tetapi tidak boleh kurang dari 12 SKS
  5. Kontrak mata kuliah yang dipilih pada setiap semester dikunsulkan kepada Dosen Wali pada waktu yang telah ditentukan. Sesudah jangka waktu tertentu, mata kuliah tersebut tidak dapat diganti ataupun dibatalkan.
  6. Beban Studi pada semester I dan II berdasarkan paket yang ditawarkan Fakultas, sedangkan untuk semester berikutnya ditentukan oleh besarnya Indeks Prestasi Kumulatif ( IPK ) yang dicapai pada semester sebelumnya dengan ketentuan :

 

NO

IPK

JML MINIMUM SKS

01

3,00 –  4,00

24 SKS

02

2,50 –  2,99

22 SKS

03

2,00 –  2,49

20 SKS

04

1,50 – 1,99

18 SKS

05

1,00 – 1,49

16 SKS

06

< 1,00

14 SKS

 

6. KETENTUAN PENILAIAN

Penilaian terhadap keberhasilan studi mahasiswa untuk setiap mata kuliah didasarkan pada Penilaian acuan Normal ( PAN ), yaitu dengan cara membandingkan nilai seorang mahasiswa dengan nilai kelompoknya. Penilaian dalam bentuk angka harus dikonversi kedalam huruf . Ketentuan Penilain setiap Mata KUliah berpedoman kepada :

 

  1. Nilai prestasi setiap mata kuliah merupakan hasil kumulatif dari komponen : Kehadiran ( 10%), Tugas Terstruktur (20% ), Ujian Tengah Semester (30%) dan Ujian Akhir Semester ( 40%).
  2. Bila seorang mahasiswa belum dapat melengkapi tugas  sebagai salah satu komponen mata kuliah pada saat yang telah ditentukan, maka yang bersangkutan dinyatakan nilai T ( tidak Lengkap ). Mahasiswa tersebut masih diberi kesempatan untuk melengkapi komponen tersebut dalam waktu paling lambat satu bulan setelah nilai mata kuliah tersebut diumumkan. Jika tidak dilengkapi maka nilai langsung berubah menjadi E .
  3. Bila seorang mahasiswa yang tingkat kehadirannya kurang dari 50% dari total kehadiran dosen, maka mahasiswa tersebut diberi nilai ( K ; Kosong ) sehingga mata kuliah tersebut tidak diperhitungkan dalam menentukan Indeks Prestasi ( IP ).
  4. Nilai gagal atau E diberikan kepada mahasiswa apabila kadar pengetahuan mahasiswa terhadap materi perkuliahan dinilai oleh dosen yang bersangkutan berada di bawah penguasaan minimal kadar pengetahuan yang telah ditentukan. Nilai E diperhitungkan dalam  IP ( indeks Prestasi ).

 

 

 

7. PENILAIAN KEBERHASILAN STUDI SETIAP SEMESTER

  1. Penilaian ujian mata kuliah

Penialaian terhadap hasil ujian mata kuliah dilakukan dengan memberikan nilai angka yang kemudian dikonversi kepada nilai huruf yang diberi nilai bobot. Konversi dan nilai bobot adalah sebagai berikut:

 

 

Nilai angka

Nilai huruf

Nilai bobot

80 – 100

  1.  
  1.  

70 – 79

  1.  
  1.  

60 – 69

  1.  
  1.  

50 – 59

  1.  
  1.  

< 50

  1.  
  1.  

 

 

Penilaian keberhasilan studi setiap semester dilakukan pada setiap akhir semester, meliputi seluruh mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa selama semester tersebut dengan menggunakan rumus indek prestasi komulatif sebagai berikut :

Keterangan :

P = indek prestasi komulatif

X = nilai ujian seluruh mata kuliah

Y = satuan kredit total

Hasil perhitungan IPK dihitung sampai dua decimal dan digunakan dalam menentukan beban studi yang berhak diambil pada semester berikutnya.

 

  1. Penilaian keberhasilan studi sesudah 4 semester.

Mahasiswa dapat melanjutkan studinya apabilah setelah 4 semester dapat mengumpulkan sekurang-kurangnya 30 SKS dan mencapai IPK 2,00. Apabila syarat itu tidak terpenuhi, maka mahasiswa yang bersangkutan dikenakan status percobaan selama dua semester dengan bimbingan khusus dari dosen wali serta mendapat peringatan pemberhentian studi / Drop Out

 

 

 

  1. Penilaian keberhasilan studi sesudah 8 semester.

Mahasiswa dapat melanjutkan penyelesaian studinya apabila telah berhasil mengumpulkan 75 SKS atau lebih dan mencapai IPK 2,00. Mahasiswa yang hanya berhasil mengumpulkan 60 74 SKS dengan IPK 2,00 dapat melanjutkan penyelesaian studinya, tetapi dengan bimbingan khusus dari dosen wali. Sedang yang di bawah IPK tersebut dikenakan pemberhentian studi / Drop Out.

d. Pelaksanaan penilaian keberhasilan studi.

pelaksanaan penilaian keberhasilan studi sesudah 4 semester dan 8 semester diserahkan kepada program studi masing-masing yang hasilnya dilaporkan kepada pembantu ketua bidang akademik.

 

8. Predikat kelulusan

            Mahasiswa dinyatakan lulus apabila memperoleh IPK sekurang-kurangnya 2,00. Yaitu sebgai berikut:

IPK                  3.50 – 4.00      = Cumlaude

IPK                  3.00 – 3.49      = amat baik

IPK                  2.50 – 2.99      = baik

IPK                  2.00 – 2.49      = cukup

            Predikat kelulusan cumlaudehanya diberikan kepada mahasiswa program strata satu yang memiliki IPK minimal 3.50 dan masa studinya tidak lebih dari 4 (empat) tahun serta tidak pernah melakukan perbaikan nilai, melanggar kode etik kemahasiswaan.

 

9. PENYUSUNAN SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN

 

9.1 SILABUS

Komponen Silabus terdiri atas :

Deskripsi Mata Kuliah :Merupakan uraian singkat mengenai materi 1        mata kuliah dalam bentuk narasi utuh, sistematis, singkat dan jelas

Tujuan Mata Kuliah:Merupakan keadaan yang ingin dicapai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran pada suatu mata kuliah

 Pokok Bahasan    :Merupakan konsep Utama yang akan disampaikan dalam setiap kali pertemuan yang merupakan pengembangan sistematis dari deskripsi mata kuliah. Pokok bahasan dapat merupakan judul pada setiap bab.

Tujuan instruksional      Berisi kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai, didemintrasikan atau ditampilkam oleh mahasiswa setelah menyelesaikan stu pokok bahasan

Buku Sumber                 Merupakan Acuan kepustakaan yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam mencapai tujuan belajar

Tugas                              merupakan bentuk instruksi tugas tugas yang harus dikerjakaan oleh mahasiswa baik tugas terstruktur maupun tugas mandiri.

 

9.2. SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Satuan Acara perkuliahan ( SAP ) merupakan pengembangandari silabua dan Prgogram perkuliahan untuk setiap pokok bahasan. SAP mengandung komponen Kegiatan Belajar mengajar, media dan alat pengajaran, eval;uasi serta referensi. Setiap Dosen berkewajiban untuk membuat SAP dalam melaksanakan tugas mengajarnya.

 

 

 

KURIKULUM FAKULTAS TARBIYAH

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

 

  1. PENDAHULUAN

Kurikulum perguruan tinggi merupakan seperangkat rencana dari perguruan tinggi mengenai isi maupun bahan kajian pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar perguruan tinggi

Kurikulum yang digunakan di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Hidayah ini mengacu kepada Keputusan Menteri pendidikan Nasional republic Indonesia Nomor 234 /U/2000 dan Nomor 045/U/2002, serta disesuaikan dengan misi perguruan Tinggia. Oleh Karena itu pada Kurikulum Sekolah Tinggi Agama Islam terdapat mata kuliah Wajib Perguruan Tinggi yang sesuai dengan Misi yang diemban.

 

  1. DASAR HUKUM PENYUSUNAN KURIKULUM
  1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 29 ayat (1) Menegaskan bahwa tenaga kependidikan adalah
  2. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 ayat 1.
  3. UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen
  4. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang kualifikasi dan kompetensi Tenaga Kependidikan.
  5. Kepmenag RI No. 353 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan TInggi Agama Islam.
  6. Statuta STAI NURUL HIDAYAH.

 

  1. STRATEGI PENYUSUNAN KURIKULUM :
  1. SK Mendiknas RI no. 232/U/2000,20 Desember 2000,  tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilain Hasil Belajar Mahasiswa
  2. SK Mendiknas RI no. 045/U/2002,2 April 2000,  tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi

 

 

  1. Dalam SK Mendiknas RI no. no. 232/U/2000 di tegaskan bahwa :
    1. Kurikulum terdiri dari : (pasal 7 ayat 1)
      1. Kurikulum Inti dan
      2. Kurikulum Institusional
    2. Kurikulum inti program sarjana dan diploma terdiri atas: (pasal 8 ayat 1)

a. kelompok MPK;

b. kelompok MKK;

c. kelompok MKB;

d. kelompok MPB;

e. kelompok MBB.

  1. Kurikulum inti program sarjana berkisar antara 40%-80% (pasal 8 ayat 2)
  2. Kurikulum inti program diploma sekurang-kurangnya 40% (pasal 8 ayat 3)
  3. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (pasal 1 ayat 7-11)
  4. Kelompok matakuliah keilmuan dan ketrampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.
  5. Kelompok matakuliah keahlian berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
  6. Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB)adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang  dikuasai.
  7. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan

seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

  1. Beban studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) SKS dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dan 8 (delapan) semester dan selama-lamanya 14 (empat belas) semester setelah pendidikan menengah.
  2. Beban studi program diploma I sekurang-kurangnya 40 (empat puluh) SKS dan sebanyak-banyaknya 50 (lima puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 2 (dua) semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 2 (dua) semester dan selama-lamanya 4 (empat) semester setelah pendidikan menengah.
  3. Beban studi program diploma III sekurang-kurangnya 110 (seratus sepuluh) SKS dan sebanyak-banyaknya 120 (seratus dua puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 6 (enam) semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 6 (enam) semester dan selama-lamanya 10 (sepuluh) semester setelah pendidikan menengah.
  1. Dalam SK Mendiknas RI no. 045/U/2002 di tegaskan bahwa :
    1. Kurikulum inti suatu program studi di susun atas kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, masyarakat profesi, dan pengguna lulusan. Pasal 3 ayat 2e.
    2. Menteri Pendidikan Nasional tidak menetapkan kurikulum inti untuk setiap program studi sebagaimana yang diatur pada pasal 11 ayat (1) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000, dan selanjutnya ditetapkan oleh kalangan perguruan tinggi bersama masyarakat profesi dan pengguna lulusan. Pasal 6 ayat 2.

 

  1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN JURUSAN MANAGEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berangkat dari profil sarjana yang diharapkan di atas, maka kompetensi lulusan jurusan Managemen

Pendidikan Islam dikelompokan dalam kompetensi dasar, kompetensi utama, dan kompetensi tambahan.

  1. Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar adalah kompetensi yang dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai dasar bagi kompetnsi utama, dan kompetensi tambahan, antara lain :

  1. Memiliki ilmu tentang islam serta mampu menerapkannya di masyarakat dalam menjalankan profesinya.
  2. Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia dan Asing yang menunjang profesinya.
  3. Menjadi sarjana muslim yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia.
  4. Memiliki rasa kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, dan rasa solidaritas social. Dan Memiliki sikap ilmiah dan bertanggungjawab terhadap ilmunya.

 

B. Kompetensi Utama

Kompetensi utama adalah kompetensi yang menjadi cirri khas jurusan dan wajib dimiliki setiap jurusan. Kompetensi utama jurusan managemen pendidikan islam ada tiga yaitu konsentrasi managemen pendidikan islam berbasis Teknologi dan supervisi pendidikan. Adapun Indikator yang ingin dicapai antara lain :

 

  1. Memiliki Kepribadian Pemimpin, antara lain;
  1. Berakhlak mulia,
  2. Berbakat,
  3. Integritas kepribadian,
  4. Berkeinginan yang kuat dalam pengembangan diri,
  5. Bersikap terbuka, dan
  6. Pengendalian diri yang kuat.

 

  1. Memiliki Kemampuan Manajerial Kependidikan antara lain;
  1. Menyusun perencanaan sekolah,
  2. mengembangkan organisasi sekolah,
  3. memimpin sekolah,
  4. mengelola perubahan dan pengembangan sekolah,
  5. mengelola guru dan staff,
  6. menciptakan budaya dan iklim sekolah,
  7. mengelola peserta didik,
  8. mengelola hubungan sekolah / madrasah dan masyarakat,
  9. mengelola keuangan sekolah / madrasah,
  10. mengelola tata usaha sekolah / madrasah,
  11. mengelola unit layanan khusus sekolah / madrasah,
  12. mengelola system informasi sekolah / madrasah,
  13. memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,
  14. melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah / madrasah,
  15. menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah / madrasah,
  16. bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah / madrasah,
  17. melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,

 

  1. Memiliki kemampuan melakukan supervise, antara lain;
  1. Merencanakan program supervise akademik,
  2. Melaksanakan supervise akademik terhadap guru,
  3. Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru.
  4. Memiliki Kemampuan Berinteraksi Sosial, antara lain;
  5. Berkerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah / madrasah,
  6. Berpartisipasi dalam kegiatan social kemasyarakatan,
  7. Memiliki kepekaan social terhadap orang atau kelompok lain.
     
  1. Kompetensi Tambahan

Kompetensi tambahan adalah kompetensi di luar kompetensi dasar dan kompetensi utama yang ditetapkan oleh jurusan yang dipilih oleh mahasiswa. Adapun kompetensi tambahan jurusan manajemen pendidikan islam adalah menjadi guru Pendidikan Agama Islam.

  1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. (Psikologi Pendidikan)
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip – prinsip pembelajaran yang mendidik. ( Teori Belajar )
  3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu. (Pengembangan Kurikulum)
  4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. (Pembelajaran PAI)
  5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. (Media dan Sumber Belajar)
  6. Merencanakan pembelajaran (Perencanaan Pembelajaran PAI)
  7. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. (Evaluasi Pembelajaran)
  8. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola piker keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. (MPAI di sekolah)
  9. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. (MPAI dan Pengambangan Kurikulum)
  10. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. (PPL)
  11. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. (PTK)

 

  1. PROSPEK LULUSAN MPI

Dengan kompetensi yang dimiliki, lulusan jurusan manajemen pendidikan islam dapat bekerja sebagai perancang, pengendali dan pelaksana program lembaga pendidika, tenaga pengawas sekolah, peneliti masalah social, tenaga lapangan LSM atau bidang – bidang kerja lain yang berhubungan dengan masalah social kemasyarakatan.

 

STATUS IJAZAH DAN GELAR

Semua mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah STAIN Nurul Hidayah berstatus sebagai mahasiswa STAIN Nurul Hidayah.Setelah berhasil menyelesaikan beban studi, menerima ijazah S-1 dan Akta IV serta memperoleh gelar S.Pd. (Sarjana Pendidikan ; sesuai dengan peraturan Menteri agama No 33 tahun 2016 dengan segalah hak yang melekat pada gelar tersebut.]

 

Visi:

  1. Menjadi penyelenggara proses pendidikan tinggi sekaligus mejadi  pusat pengembangan ilmu pendidikan islam yang berkualitas dan kompetitif serta mampu menyiapkan lulusan yang  professional  dalam bidang manajerial pendidikan Islam dan suverpisi pendidikan yang  berbasis teknologi informasi.

Misi:

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengkajian, penguasaan teknologi informasi, dan pengembangan ilmu pendidikan islam, untuk menyiapkan lulusan yang ahli dalam bidang manajerial dan administrasi pendidikan.
  2. Menyelenggarakan kegiatan penelitian untuk mendukung pengkajian ilmu pendidikan islam sesuai dengan tantangan pendidikan masa depan.
  3. Menyelenggarakan kerjasama dengan sejumlah pihak terkait untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta didik dalam bidang pendidikan islam .

Sasaran:

  1. Mendidik calon sarjana yang menguasai ilmu dan pengetahuan manajemen pendidikan islam terutama pengembangan dan penerapannya dalam bidang  sistim informasi madrasah, manajemen kurikulum pendidikan Madrasah, Manajemen SDM Madrasah dan supervise pendidikan dan bimbingan konseling.