Sejarah

Sejarah

  1. Sejarah Singkat Pendirian STAI Nurul Hidayah

Pembangunan nasional yang dilaksanakan dewasa ini, pada hakekatnya dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya. Karenanya, arah dan sasaran dari pembangunan tersebut perlu memperhatikan aspek manusianya, yang akan menjadi objek dan sekaligus subjek pembangunan. Dengan demikian, perluasan kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi bangsa Indonesia, harus benar-benar mendapat perhatian serta dapat dijangkau semua lapisan masyarakat.

Salah satu jalan menuju pembangunan nasional adalah melalui program pembangunan pendidikan. Pembangunan pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, dan keberadaannya harus menjadi daya-gerak yang dinamis dalam proses modernisasi. Hal itu ditempuh melalui pendirian lembaga-lembaga pendidikan, dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi, baik formal maupun informal.

Dalam merealisasikan hal tersebut, peran perguruan tinggi sangat menentukan, mengingat lembaga ini dapat bertindak sebagai dinamisator dan katalisator pembangunan nasional.

Yayasan Islam Nurul Hidayah berdiri pada tanggal 17 September 1999 M. Dengan Akta Notaris H.A. KADIR USMAN No. 64.  tanggal 17 September 1999, yang berkedudukan di Jl. Raden Abbas No.55 LebakJaha Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak Kode Pos 42391 Propinsi Banten.

Yayasan Nurul Hidayah dirintis dan didirikan oleh tujuh orang akademisi dan praktisi yang berkecimpung dan sekaligus pemerhati dunia pendidikan, ketujuh orang akademisi dan praktisi tersebut didukung oleh tiga orang pengusaha yang peduli terhadap dunia pendidikan, terutama pendidikan Islam. Dengan demikian Yayasan Nurul Hidayah merupakan koalisi (gabungan) antara akademisi, praktisi dibidang pendidikan dengan agniya yang peduli terhadap masalah pendidikan Islam dan kemajuan dakwah Islamiyah yang pada akhirnya sepakat untuk membentuk suatu lembaga pendidikan Islam yang berlokasi Jalan Raden AbbasNo.55 Lebak Jaha  Kecamatan Malingping Kab. Lebak.

Sebagaimana disebutkan di atas, Yayasan Nurul Hidayah merupakan gabungan antara akademisi, praktisi dibidang pendidikan dengan agniya yang peduli terhadap masalah pendidikan Islam, maka nama yayasan diambil dari sebuah Gubuk Kecil ( Pondokan ), yang kemudian digabungkan dengan Nurul Hidayah, sebagai lambang adanya cita-cita Luhur untuk mencapai kesusksesan dalam mengabdi kepada bangsa dan tanah air tercinta.

Dalam Program Kerjanya Yayasan Nurul Hidayah bertekad dan berkeyakinan untuk menyelenggarakan pendidikan formal dimulai dari pendidikan Taman Kanak-kanak (TK/RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) serta pendidikan tinggi setingkat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI Kelas Jauh / Kelompok Belajar ). Serta menyelenggarakan pendidikan non formal seperti Pondok Pesantren, Majelis Takalim dan lai-lain yang pada intinya bersifat mendidik dan mencerdaskan ummat.

STAI NURUL HIDAYAH  berkedudukan di Jl. Raden Abbas No.55 LebakJaha Desa Malingping Selatan Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, merupakan wujud nyata dari kemauan, niat, tekad, kesungguhan dan himmah 'aliyah dari para pendirinya untuk turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Pendiriannya dimaksudkan sebagai respon terhadap kian meningkatnya minat dan tuntutan dari masyarakat pada umumnya, dan warga di kawasan Kecamatan Malingping pada khususnya, terutama di kalangan menengah terdidik, dalam mengikuti berbagai bentuk pengkajian ilmu-ilmu ke-Islaman, sebagai salah satu alternatif dan bekal dalam menghadapi berbagai persoalan hidup dan kehidupan masyarakat modern.

Selanjutnya berdasarkan kesepakan bersama, maka pelaksanaan pendidikan yang akan mulai dirintis oleh Yayasan Islam Nurul Hidayah adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Hidayah Malingping. Hal tersebut dilakukan didasari oleh alasan yang cukup kuat, yaitu dengan melihat kepada potensi yang ada di daerah Malingping sampai saat ini belum ada perguruan tinggi.

Sesuai dengan perkembangannya, maka berdasarkan saran, masukan dari beberapa tokoh masyarakat dan instansi terkait seperti Kepala Desa Malingping Selatan, Camat Kecamatan Malingping, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Malingping, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Malingping, yang kemudian didukung oleh rekomendasi dari Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Lebak serta berdasarkan rekomendasi dari Bupati Kabupaten Lebak, dan atas dukungan para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ORMAS, dan lain-lain serta dorongan dari fungsionaris Yayasan Nurul Hidayah, maka para pendiri sependapat untuk sesegera mungkin mempersiapkan Perguruan Tinggi yang emberionya Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Hidayah yang berlokasi di Jl. Raden Abbas No.55 Lebak Jaha Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak Propinsi Banten. Demikian sekilas pandang sejarah singkat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah Malingping.